Oleh Ustadz Fahmi Suwaedi
Tak hanya nubuwah tentang tafsir mimpi Nebukadnezar yang tercantum
dalam Kitab Daniel. Ada juga nubuwah tentang akhir zaman yang memuat
kabar-kabar tentang masa depan. Di antaranya tentang akan munculnya rijsatul kharab atau “negeri najis.”
Negeri itu mendustakan perintah-perintah Tuhan, mengotori tanah suci
dengan perzinaan dan kekufuran. Belum lama terbetik berita bahwa Israel
biasa mengumpankan perempuan pada para pemimpin Arab dalam operasi
intelijennya. Mantan Menlu Tzipi Livni yang pernah menjadi agen Mossad
mengakui bahwa dirinya pun pernah menjadi umpan kotor itu.
Sementara mantan Presiden Israel Moshe Katsav kini dihukum karena
memperkosa beberapa perempuan. Sungguh bukti tak terbantahkan betapa
zina menjadi bagian dari negara Israel.
Rijsatul kharab juga melakukan kezhaliman yang luar biasa dalam
pandangan Allah maupun manusia. Bandingkan dengan Israel yang melanggar
tak kurang dari 60 resolusi PBB terkait HAM warga Palestina.
Rijsatul kharab juga dikabarkan didirikan oleh sisa-sisa Bani Israel
yang dikumpulkan dari berbagai negeri lain. Pendek kata, segala ciri
yang disebutkan dalam Nubuwah Daniel melekat pada negeri Zionis yang
didirikan oleh kaum Yahudi rasis di tanah Palestina sekarang ini.
Daniel berkata, “Berdirinya negeri najis itu sampai 2300 tahun atau
akan terjadi setelah 2300 tahun.” Setelah apa? Ada beberapa penafsiran
soal itu. Namun yang paling kuat menurut Dr. Safar al Hawali adalah
sejak berkuasanya Alexander Agung pada tahun 333 SM.
Alasannya karena, setelah wafatnya Nabi Daniel pada tahun 453 SM,
manusia menggunakan Penanggalan Alexander yang diberlakukan setelah ia
menaklukkan Asia tahun 333 SM. Penanggalan itu terus dipakai hingga
Gereja dan Kekaisaran Romawi menerapkan Penanggalan Masehi yang dimulai
sejak tahun kelahiran Isa ‘alaihissalam.
Umurnya Hanya 45 Tahun!
Dengan demikian, berdirinya negeri najis itu adalah 2300 tahun
setelah 333 SM, yaitu tahun 1967! Sejak kemenangan Israel dalam Perang
Enam Hari melawan negara-negara Arab.
Seperti diketahui, Israel diproklamirkan tahun 1948. Namun negeri
Zionis itu baru menguasai total Kota Suci Al-Quds atau Yerusalem sejak
tahun 1967. Perang pada tahun itu juga membentangkan wilayah Israel dari
Tepi Barat hingga Dataran Tinggi Golan.
Daniel mendapatkan nubuwah pula bahwa umur negeri najis itu hanyalah
45 hari. Setelah itu, Allah akan menurunkan kemurkaan-Nya dan
menghancurkan negeri itu. Itulah hari kemurkaan atau Yaumul Ghadhab
sebagaimana diambil menjadi judul buku Dr. Safar.
Menurut mantan Dekan Fakultas Aqidah Universitas Ummul Quro Makkah
ini, hari di sini harus dipahami sebagai tahun. Dus umur negeri itu
adalah 45 tahun saja. Artinya 45 tahun setelah 1967 umur negeri najis
Israel akan diakhiri oleh Allah Ta’ala.
Di sini ketemulah angka yang mengejutkan, 1967 ditambah 45 ketemu
angka 2012! Namun Dr. Safar memberikan catatan bahwa angka itu tidak
boleh dipastikan. Meski demikian, patut diharapkan bahwa kehancuran
Israel sudah dekat, Insya Allah.
Seperti diketahui, Rasulullah memerintahkan kepada kaum Muslimin agar
bersikap hati-hati terhadap kabar Israiliyat. Kabar-kabar yang datang
melalui ahli kitab Bani Israil harus disikapi dengan teliti. “Jangan
kalian benarkan dan jangan kalian dustakan,” kata beliau.
Maka sikap terhadap kabar kehancuran rijsatul kharab jelas.
Tidak boleh langsung diyakini, namun juga tak boleh langsung didustakan.
Sebagai umat Muhammad saw, kita tinggal menunggu dan menyaksikan
pembuktiannya.
Ada tiga kemungkinan terkait kabar Israiliyat tentang rijsatul
kharab. Pertama kabar itu memang tidak akurat sehingga tidak terbukti.
Yang kedua, kabar itu benar, namun takwil Dr. Safar Hawali dan
perhitungan tahunnya keliru. Yang ketiga, kabar itu benar dan takwilnya
pun akurat.
Pasukan Utara dan Timur
Kembali kepada situasi terkini, Israel menggempur Gaza lagi mendekati
penghujung tahun 2012. Ia memulai perang dengan membunuh komandan
militer Hamas Ahmad Jabari. Mujahidin Hamas dan kelompok jihad lainnya
segera merespon dengan menembakkan roket-roketnya ke kota-kota Israel,
termasuk Tel Aviv.
Apakah perang ini menjadi awal terwujudnya Nubuwah Daniel? Yaitu
turunnya kemurkaan Allah dan menghancurkan negeri najis Israel dengan
pasukan mujahidin dari arah utara (Syam atau Suriah) dan Timur (Yordan
dan Irak).
Seperti diketahui, kini mujahidin tengah berjihad melawan Syiah
Nushairi di utara Israel yaitu Suriah. Mujahidin juga berjihad melawan
rejim Syiah di Irak. Sementara gelombang revolusi Arab telah membuka
jalan bagi mereka untuk eksis di kawasan Sinai di Mesir utara yang
berbatasan dengan Israel di barat.
Yordan yang berbatasan langsung dengan Israel di timur pun mulai
digoyang gelombang unjuk rasa. Sepertinya jalan menuju pembebasan
Palestina dan penghancuran Israel telah mulai terbuka.
Lalu bagaimana dengan kekuatan Amerika dan Barat yang selama ini
menjadi backing Israel? Beberapa kabar Israiliyat lain, dari Kitab
Yesaya, Yeremia menyatakan bahwa para pembantu rijsatul kharab akan
dihancurkan oleh Allah dengan angin dan badai. Juga dengan kebangkrutan
perniagaan yang selama ini menjadi andalan ekonominya.
Apakah Badai Katrina, Topan Sandy dan kebangkrutan ekonomi Amerika
merupakan bukti kabar itu? Kalangan Kristen dan Yahudi agaknya
mencermati juga perhitungan Nubuwah Daniel. Itulah sebabnya wacana
“Kiamat 2012” begitu populer di Amerika. Harap-harap cemas warganya
nmenunggu akhir kejayaan mereka. Sementara kita kaum Muslimin menunggu
dan menyaksikan. Wallahu a’lam bish shawab
sumber : http://www.eramuslim.com/berita/analisa/tahun-2012-israel-hancur-3-negeri-najis-israel-dihancurkan-tahun-2012.htm#.ULC1OWeGj_U
Tidak ada komentar:
Posting Komentar